- Tokek sangat suka sama yang namanya makanan berprotein. Biasanya untuk makanan tokek sebenarnya bisa saja seperti udang kering, jangkrik, nyamuk atau yang lainnya yang bisa dimakan olehnya. Jangan sekali-kali memberikan tokek makan seperti roti ketawa kan Anda tau sendiri gimana ributnya tokek. Oya untuk protein agar tokek Anda cepat besar berikan setiap harinya telor rebus (ini tidak becanda). Berikan telor rebus ini secara rutin tiap harinya. Tokek tidak akan menghabiskan semua telur rebus yang Anda berikan, maka dari itu Anda juga bisa membantu si tokek untuk menghabiskannya atau berbagi Anda setengah si tokek setengah jadinya kan pas adil n saya sarankan jangan pernah bertengkar dengan si tokek gara-gara satu butir telor rebus karena si tokek akan mengalami stroke yang berakibat tokek akan mengalami diare dan menurunya berat badan yang drastis.
- Untuk rumah, simpan tokek dalam kandang yang menurut Anda aman. Tidak perlu di berikan security karena si tokek bakalan aman. Maksud saya berikan kandang yang sesuai dengan keadaan biasa hidup si tokek. Jika malam hari jangan memberikan kandang tokek dengan cahaya lampu karena pada malam hari tokek tidak suka yang namanya cahaya karena saat inilah tokek sedang menikmati masa dugemnya, nah disitulah si tokek dalam keadaan fit dalam beraktifitas, hingga begadang pun jadi. Oya satu lagi tidak di sarankan memfasilitasi rumah tokek dengan Home theater apa lagi AC karena si tokek bakalan mati kedinginan.
Sekian tips memelihara tokek. Oya ada satu lagi yang lupa, tidak disarankan memberikan tokek sepiring pizza sementang tokek suka makanan yang berprotein & sangat tidak disarankan menyimpan tokek dalam box speaker atau subwoofer mobil Anda karena tokek bakalan ngalami kejutan yang berakibat stroke yang berkepanjangan hingga mengalami yang namanya diare in the moon. & jangan pernah sekali-kali mengguncang rumah si tokek apa lagi di jadikan bola, sangat tidak disarankan.
Ingat : kesalahan Ada pada niat pemeliharanya. Waspadalah . . . waspadalah . . .
Cara Beternak Tokek
Published at 15.11 in Tips
TIPS MEMELIHARA TOKEK
Published at 14.48 in Tips
Akhir akhir ini dunia bisnis di ramaikan dengan maraknya jual beli binatang Tokek, hampir di seluruh pelosok negeri ini ramai membicaraka tingginya harga satu ekor tokek, saya pernah mendengar kalau satu ekor tokek dengan bobot 5 Ons bisa di hargai hingga 250 juta, harga yang cukup fantastis memang, dan siapa sangka binatang yang unik dan menarik ini sanggup mengalahkan harga satu buah mobil mewah...
Jadi yang saya tulis ini menurut pengalaman saya selama setahun ini. Tujuannya yaitu MEMELIHARA. Bukan sistem seperti pengepul dalam jumlah besar. Kalao seperti itu cukup dibuatkan gudang dan taruh semua tokek disana, sudah selesai. Saya bilang seperti ini karena saya melihat dari para pengepul di Malang dan Purworejo. Sekali lagi saya minta maap untuk itu, bukan bermadsut meremehkan ataupun menyepelkan para pengepul tokek besar. Sudah bukan rahasia lagi jika sudah ada tokek yang dikeringkan lalu diexport. Karena jika dikeringakan tidak mempengarui berat ataupun ukuran. Menurut para pengepul yang saya tanya.
Buat teman teman yang kebetulan lagi di landa demam tokek, berikut saya coba sampaikan sedikit aturan dan peraturan bagaimana memelihara Tokek yang saya ambil dari sebuah Blog teman, semoga bisa membuat sukses bisnis Tokek anda...
- Tokek Merupakan Binatang yang tahan lapar, serta tahan cuaca.Jadi kalo tokek gak diberi makan selama 1 minggu ato 2 minggu, itu gak masalah. Ataupun dicuaca panas atau dingin itu juga gak masalah.
- Tokek Merupakan hewan kanibal Jadi jika dia kumpul jadi 1 kandang, dan merasa lapar,dia bersifat kanibal.Dia mempunyai pedoman siapa yang kuat dia yang menang, jadi ada hukum rimba di sini. Jadi saran saya 1 kandang 1 tokek. Supaya tidak ada persaingan makanan.
- Tokek Gampang Stress Dan Karena tokek yang gampang stres, maka sekali diletakan dikandang, jangan dipindah pindah lagi baik tokek maupun kandangnya. Tujuannya supaya tokek tidak stres, akibatnya dia akan gak doyan makan. Sebenarya tokek mati, rata rata mengalami stres. Soalnya ketika saya pertama kali banyak yang mati.
- Peletakan kandang di tempat yang sesuai. Tempatnya usahakan di luar, kalo bisa dibawah pohon. Tujuanya supaya tetap merasa di alam.
- Adaptasi tokek dari ditangkap dan masuk kandang. Biasanya tokek tidak mau makan selama 2 minggu ato bahkan lebih. Tapi jika kandang dibuat dari kayu, adaptasi akan menjadi lebih cepat. Jadi saya sarankan buat kandang dari kayu.
- Tujuan memisahkan per kandang. Yaitu supaya tokek tidak bertelur ato berkembang biak. Karena tujuan utama saya yaitu membesarkan bukan membudidayakan.
- Untuk ukuran kandang bebas. Syaratnya harus dari kayu, dan agak gelap. Madsudnya gelap semua tertutup kecuali pintu mengunakan kawat streamin. Dan usahakan max 2 ekor tokek dalam 1 kandang. Kalo ditempat saya menggunakan bekas lemari baju dari kayu, saya modif dengan pintu menggunakan kawat streamin.
- Untuk makanan. Serangga adalah makanan tokek. Ini akan merangsang tokek menjadi lebih besar. Dalam hal ini bisa menggunakan jangkrik/Kroto sebagai makanan tokek.Untuk peningkatan beberapa ons itu tergantung banyak faktor, usahakan jangan sampai tokek merasa stress itu aja. buat kandang senyaman mungkin.
- Cara memegang. Tokek memang agak menakutkan. biasanya memegang posisi dari belakang, dan sasaran kepalanya, jangan ekornya, karena dia akan melepaskan ekornya kalo dipegang, kayak cicak. caranya kalo kegigit, siram mulutnya dengan air hangat ato, alihkan gigitanya dengan benda agak lunak misal kain.
Pantas Harga Tokek Bisa Selangit !
Published at 12.08 in News
KOMPAS.com — Dengan iming-iming akan mendapatkan keuntungan besar, seorang pemuda bernama Firdaus (21) dalam satu tahun terakhir telah menggeluti bisnis jual beli binatang yang kabarnya dapat menyembuhkan HIV/AIDS itu.
"Saya sudah 1 tahun bisnis tokek. Awalnya saya kenal sama seseorang bernama Mat Nur, lalu kita diskusi bagaimana caranya dapat duit banyak. Terus saya dengar tokek harganya mahal, ya udah sejak itu saya cari tokek dan saya jual-beliin deh," kata Firdaus saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Kawasan Cipete Selatan, Jakarta, Jumat (25/9).
Untuk memelihara tokek-tokek itu, Firdaus mengaku tidak pernah mengalami kesulitan. Pasalnya, memelihara tokek, menurutnya, tidaklah sulit. Selain itu, ongkos makan juga tidak mahal. "Ternak tokek sebenarnya gampang. Satu minggu kita cuma kasih dia makan jangkrik seharga Rp 5.000 sebanyak dua kali. Artinya satu tokek seminggu biaya makannya Rp 10.000," katanya.
Jumlah tokek yang dimiliki Firdaus saat ini delapan ekor. Dari delapan tokek yang dimilikinya, berat maksimal adalah 2 ons, sedangkan yang paling ringan 1 ons. Meski telah 1 tahun berbisnis tokek, Firdaus mengaku belum pernah merasakan menjual tokek dengan harga yang fantastis. Harga tertinggi yang pernah didapatkan hanya Rp 2 juta. Ini karena tokek yang dimilikinya hanya memiliki berat maksimal 2 ons.
"Susah cari tokek yang besar. Tokek besar banyaknya di daerah, kalau di Jakarta jarang. Paling ada kecil-kecil," katanya. Harga tokek bervariasi. Sementara itu, mengenai harga jual tokek di pasaran, menurut pria bujang ini, tergantung berat tokek itu sendiri. Semakin besar atau berat tokek, harganya makin mahal.
"Kalau tokek ukuran 1 ons di pasaran bawah (bukan harga dari eksportir) Rp 100.000, kalau tokek 1,5 ons Rp 200.000, tokek ukuran 2 ons Rp 500.000 sampai Rp 2 juta. Tokek 2,5 ons harganya antara Rp 5 juta dan Rp 30 juta," paparnya.
Menurutnya, harga tokek mulai beranjak tinggi jika memiliki berat di atas 3 ons. Harga tokek dengan berat 3 ons sendiri, menurutnya, memiliki harga dari Rp 30 juta hingga Rp 100 juta-an, sedangkan tokek dengan berat 3,5 sampai 4 ons biasa dihargai dengan Rp 100 juga hingga Rp 800 juta. "Harganya bervariasi karena tiap bos beda harganya," ujarnya.
Binatang sensitif
Lebih lanjut, Firdaus mengatakan, tokek merupakan jenis binatang yang cukup sensitif. Reptil yang masuk golongan cicak besar, suku Gekkonidae, ini gampang stres.
"Kalau dibawa pindah dari satu tempat ke tempat lain akan kelihatan. Pernah teman saya bawa dari Padang ke Jakarta buat dijual. Dari Padang beratnya 7 ons. Eh pas sampai Jakarta beratnya turun jadi 2 ons. Ternyata pas ditanya ke orang yang ngerti, itu gara-gara stres. Malah yang lebih parah lagi, teman saya bawa (tokek) dari Tanah Abang (Jakarta Pusat) ke Pasar Minggu. Eh pas sampai tujuan tokeknya mati. Akhirnya gagal dijual," ungkapnya.
Menurut Firdaus, tokek adalah binatang yang sejak dulu dikenal dapat menjadi obat. Daging tokek, menurutnya, dipercaya banyak orang merupakan obat gatal. Begitu juga dengan darah dan empedu tokek.
"Konon, empedu tokek yang sudah jadi kristal bisa jadi obat apa aja. Itu biasanya kalau tokeknya sudah 4 ons beratnya. Terus, tokek juga katanya bisa jadi obat HIV/AIDS, tapi enggak tahu apanya. Ada yang bilang darahnya, dagingnya, lidahnya," ujarnya.